WATER SAFETY

METODE PERTOLONGAN KORBAN DI AIR

A. Persyaratan seorang penolong

Pedoman keselamatan di air

Setiap orang harus mengikuti ketentuan keselamtan di air ketika berada di sekitar air. Ketentuan keselamatan di air sangat penting terlebih lagi bagi pengawas atau pengaruh bagi orang lain yang beraktivitas di air atau orang yang menanggapi jika terjadi keadaan darurat di air seperti: areal kolam renang, pantai, tempat rekreasi, dll (life guard). Berikut ini pedoman yang diberlakukan bagi orang yang berkecimpung di air:

Kemampuan yang harus dimiliki:

  • Berenang

  • Medical First Responder (pertolongan pertama & RJP)
  • Pengendalian boat

  • Teknik pertolongan di air

Tindakan pencegahan terhadap kemungkinan kejadian yang fatal bagi Rescuer, harus dilakukan sebelum melakukan pertolongan, pertimbangan yang perlu diambil adalah berpikir tentang keselamatan dengan berprinsip pada 4 komponen yaitu:

  • Pertimbangan kemampuan

Kemampuan penolong dalam memilih dan menentukan tindakan guna memanfaatkan keterampilan yang dimiliki, serta metode yang paling tepat dilakukan. Pilih prosedur yang paling tepat dengan risiko yang sangat kecil.

  • Pengetahuan

Memahami bahaya-bahaya di air, pengetahuan ini sangat perlu diterapkan dalam melakukan pertolongan.

  • Keahlian

Seorang petugas pertolongan di air harus mempunyai kemahiran dan terampil pada semua aspek pertolongan (menggunakan alat, berhadapan dengan korban)

  • Kesiapan fisik

Fisik sangat mutlak dibutuhkan, meskipun punya keterampilan yang tinggi akan sia-sia jika tidak didukung kemampuan fisik, karena orang akan cepat lelah dan jika kelelahan terjadi maka akan berpengaruh terhadap kemampuan yang lain.

Bahaya di air ada 2:

  1. Penolong sendiri (mental/fisik)
  2. Lingkungan (korban, binatang, arus, dingin)

Mental dan fisik

Aspek mental dan fisik adalah kodisi cukup membahayakan bagi penolong saat memberikan pertolongan dan ini berasal dari dalam diri penolong sendiri seperti: panik, kram, kelelahan, over convidance. Bahaya yang berkaitan dengan mental dan fisik dapat diatasi hanya dengan latihan yang bertingkat dan berlanjut.

Lingkungan

Faktor lingkungan merupakan bahaya lain bagi Rescuer ketika memberikan pertolongan korban di air dan harus dilakukan tindakan agar dapat menghindarinya. Bahaya dari lingkungan seperti: makhluk hidup lain (ular, sengatan binatang), duri, paku, tonggak, arus, cuaca, batu, jeram, dll).

Metode

Dalam pertolongan di air adalah tahapan/ tingkatan/ urutan langkah untuk memudahkan para penolong mengingat apa dan bagaimana ketika menghadapi kecelakaan di air. Metode ini telah terbukti dan merupakan cara penyelamatan yang paling efektif dalam memberikan pertolongan kepada korban yang terancam dari bahaya tenggelam. Untuk memudahkan ingatan kita maka metode ditata secara berurutan dari tindakan yang paling kecil risikonya hingga langkah pertolongan yang penuh risiko, yaitu:

R             >> Reach,

T              >> Throw,

R             >> Row,

G             >> Go,

T              >> Tow/ Carry

Dengan urutan ini diharapkan penolong akan mudah mengingat dan tertanamkan bahwa memberikan pertolongan korban di air tidak harus seorang penolong masuk ke dalam air tetap harus memilih yang paling aman terhadap dirinya sendiri.

1.       Reach

Pertolongan ini dilakukan dari darat/ pinggir kolam.

Bantuan pertolongan dengan cara menjangkau atau meraih korban, karena posisinya di pinggiran air maka penolong dapat melakukan:

1)      Perpanjang jangkauan Rescuer dapat mempergunakan benda ringan yang terdapat di sekitar tempat kejadian antara lain : galah, kayu panjang, dll

2)      Teriakan, bicaralah pada korban untuk menuntun jika korban respons dan menenangkannya.

3)      Mengamankan diri, posisikan diri pada tempat yang aman, serta mengamankan dengan memegang/ mengikat ke benda-benda yang tidak labil.

4)      Tarik perlahan korban ke tempat aman. Gunakan tarikan teratur, hindari sentakan yang dapat menyebabkan pegangan terlepas.

5)      Amankan korban, pastikan korban sudah berpegangan pada dermaga, pinggiran kolam, atau tepian air.

2.       Throw

Metode ini adalah lanjutan dari Reach dimana metode pertolongan dengan melempar alat apung, posisi penolong berada di daerah aman

1)      Dengan menggunakan tali yang terikat pada alat yang akan dilempar.

2)      Tanpa menggunakan tali

Alat yang digunakan, Ring Buoy atau benda apung lainnya.

3.       Row

Row adalah tindakan yang dilakukan apabila kedua langkah di atas sudah tidak dapat dilakukan, maka Rescuer harus mendekat ke arah korban dengan menggunakan kapal kecil untuk mendekat ke arah korban, dan setelah dekat dengan korban kembali Reach (raih) dan atau Throw (lempar) akan digunakan lagi. Jika sudah dapat meraih korban yakinkan perahu kembali stabil baru kemudian korban dinaikkan ke atas perahu.

4.       Go

Langkah ini adalah pilihan terakhir yang harus dilakukan karena tidak tersedianya alat yang dipergunakan untuk mendekat dan posisi korban jauh atau berada di tempat yang tidak memungkinkan menggunakan perahu. Go maksudnya adalah seorang penolong harus berenang menuju korban dengan membawa alat apung untuk memberikan pertolongan dan dapat kembali menuju posisi aman bersama-sama dengan korban.

5.       Tow

Metode ini adalah metode yang paling berisiko tinggi bagi penolong, karena penolong harus kontak langsung dengan korban, untuk menghindari kondisi yang buruk bagi penolong, pengetahuan dan keterampilan bertahan dan melepaskan diri (defend dan release) harus dikuasai. Usaha penyelamatan ini adalah seorang penolong menarik korban ke darat, pinggir kolam, pinggir danau, atau dermaga.

B.    Teknik Pertolongan

Faktor penting dalam pertolongan adalah upaya penyelamatan jiwa korban, dalam melakukan penyelamatan korban ini dapat dibedakan atas menyelamatkan dalam arti memindahkan korban dari tempat yang bahaya ke daerah aman dan yang kedua menyelamatkan korban dari derita dan cedera yang dialaminya. Kedua faktor tersebut saling beriringan dan tidak dapat dipisahkan.

Pertolongan tanpa menggunakan alat.

Untuk membawa korban sadar atau tidak sadar ke daratan gunakan “Teknik Carry”

–                      Under arm carry

–                      Tired swimmer tow / carry

–                      Wrist tow

–                      Hip carry

–                      Hip carry with pistol grip

–                      Double chin carry

Penyelamatan dengan alat

Prinsip dasar penyelamatan adalah dapat menyelamatkan korban tapi tidak mempunyai resiko yang besar pada penolong sendiri. Oleh karena itu setiap pertolongan di air membawa peralatan pendukung sangat dianjurkan, seperti:

  • Pelampung

  • Papan spinal
  • Rescue tube

  • Ring buoy

  • Throwing Bag

dan masih ada beberapa alat yang lainnya

* dirangkum dari berbagai sumber

About endro sambodo

So Peacefull ◄ Jadilah orang yang berguna dan bermanfaat bagi orang lain • Bila engkau belum bisa, setidak-tidaknya, berusahalah untuk tidak merugikan orang lain ►

Posted on 28 Maret 2012, in SAR and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: