SUNGAI BOYONG DAN GENDOL: SIAPA DAN BAGAIMANA HARUS MENYIKAPINYA?

Peta Zonasi Ancaman Bahaya Gn. Merapi 2012

Info dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) DIY, Ancaman banjir lahar saat musim penghujan masih tinggi. Pasalnya deposit pasir lereng Merapi diperkirakan masih 90 juta meter kubik dari jumlah perkiraan awal 130 juta meter kubik atau baru 30-40 persen saja yang terbawa banjir.

Dari 90-an juta meter ini tersebar di 10 kali yang ada di DIY dan Jateng dengan komposisi yang berbeda-beda. Paling banyak masih pasir masih berada di Kali Gendol dengan 24 juta meter kubik, disusul Kali Pabelan 20,8 juta meter kubik, Kali Krasak 10,8 juta meter kubik. Selain itu Kali Kuning juga masih memiliki 8,7 juta meter kubik, Kali Putih 8,2 juta meter kubik, Kali Woro 7,8 juta meter kubik, Kali Semawo 4,4 juta meter Kubik. Kali Trisik 3,8 meter kubik. Kali Boyong 2,4 juta meter Kubik, dan Kali Lamat 1,4 juta meter kubik.

Melihat data diatas, bahwa di Kali Gendol dengan 24 juta meter kubik dan Kali Boyong 2,4 juta meter Kubik, bukan secara kebetulan bahwa dua sungai itu melewati tiga kabupaten/kota, yaitu Sleman, kota yogyakarta, dan Bantul, maka kita perlu mencermati dan mewaspadai ancaman yang dapat muncul ketika terjadi hujan terus-menerus di puncak atau lereng Merapi, terutama di sisi bagian selatan.

Banjir lahar bakal terjadi jika curah hujan di puncak atau lereng Gn. Merapi diatas 40  militer, dengan durasi lebih dari 2 jam dikarenakan material merapi sudah kian memadat. Curah hujan yang tinggi menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Yogyakarta mencapai puncaknya pada bulan Januari hingga Februari, dapat mencapai 100 milimeter dan sangat berpotensi menyebabkan banjir lahar dingin.

Banjir Lahar Hujan tidak memberi ancaman yang signifikan, apabila aliran banjir tersebut masih mengikuti atau mengalir melalui badan sungai. Akan berbeda permasalahannya apabila aliran tersebut meluap ke pemukiman maupun areal persawahan.

Beberapa titik yang rawan di bantaran sungai Boyong-Code dan Gendol-Opak adalah sebagai berikut :

Bekas material sisa pembangunan Dam, dapat menyebabkan erosi material tambahan, selain dari lereng gunung.Terjadi Penyempitan Badan Sungai.

Bekas material sisa pembangunan Dam, dapat menyebabkan erosi material tambahan, selain dari lereng gunung.
Terjadi Penyempitan Badan Sungai.

Penyempitan badan sungai, apalagi pas di kelokan sungai, akan sangat berbahaya. Aliran air akan menghantam sisi luar badan sungai dan menyebabkan erosi, sampai pada longsornya tanggul atau tebing sungai.

Penyempitan badan sungai, apalagi pas di kelokan sungai, akan sangat berbahaya.
Aliran air akan menghantam sisi luar badan sungai dan menyebabkan erosi, sampai pada longsornya tanggul atau tebing sungai.
Bantaran sungai dibuat kolam ikan.. Benar atau "benar" nih?

Bantaran sungai dibuat kolam ikan..
Benar atau “benar” nih?

Deposit Material Sungai Gendol

Deposit Material Sungai Gendol


Bronjongnya..

Bronjongnya..


Pas bantaran sungai

Pas bantaran sungai

About endro sambodo

So Peacefull ◄ Jadilah orang yang berguna dan bermanfaat bagi orang lain • Bila engkau belum bisa, setidak-tidaknya, berusahalah untuk tidak merugikan orang lain ►

Posted on 2 Desember 2012, in Bencana. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: