PERALATAN DAN HAL LAINNYA YANG BERKAITAN DENGAN KETINGGIAN

imagefromurl

TALI
Tali yang digunakan untuk melakukan kegiatan di bidang ketinggian harus benar – benar mempunyai kualitas yang baik dan memerlukan perawatan yang baik pula.
Jenis tali dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. Hawsterlait
Jenis ini tidak direkomendasikan untuk dipakai dalam kegiatan di bidang ketinggian. Berbentuk lilitan dari bahan nylon.
b. Kernmantel
Disebut kernmantel karena mempunyai dua bagian, yaitu Kern (bagian dalam/inti) dan mantel (bagian luar/pembungkus. Untuk kegiatan evakuasi, digunakan tali kernmantel jenis static rope, dengan tingkat kemuluran kurang dari 4%.

697952

Tali kernmantel mempunyai bagian inti dan pembungkus. Bagian inti dirancang menahan beban sesuai dengan kemampuan/kekuatan tali tersebut. Bagian inti mempunyai diameter 60% dari besar tali keseluruhan, dan terbuat dari bahan nylon yang di anyam/dipilin dengan separo bagian searah jarum jam, dan separo lainnya berlawanan arah jarum jam, yang berguna untuk menghentikan putaran atau tali memutar saat terkena beban.

Untuk melindungi bagian inti, dibuat sarung pembungkus atau mantel dari bahan nylon yang tiap lembarnya tersusun dari 16 helai bahan nylon yang dianyam berbentuk tabung (tube).

kernmantel
Tali biasanya akan lebih cepat rusak pada bagian pembungkus/mantel, karena kesalahan penggunaan ketika naik, turun terlalu cepat maupun gesekan tali dengan batu/tebing pada saat pemasangan lintasan.
Kekuatan tali yang digunakan harus mengalami uji kekuatan terlebih dahulu. Standard kekuatan tali secara internasional, ditentukan oleh uji dari UIAA (Union International Associate de Alpinisme).

Kekuatan tali akan berkurang karena perawatan yang kurang baik, basah, serta pemasangan lintasan dan pembuatan simpul yang salah. Diameter tali yang dianjurkan digunakan untuk kegiatan di bidang ketinggian adalah 9mm – 13mm. Kekuatan tali akan menurun tergantung pada pemakaian simpul dan teknik yang dipakai ketika melewati lintasan tali tersebut. Hentakan – hentakan dan gesekan yang diterima pada saat pengguna melewati lintasan tersebut (descending maupun ascending) akan mempengaruhi penurunan kekuatan tali.
Bahan nylon yang digunakan untuk pembuatan tali kernmantel ini leleh pada suhu 210oC – 250oC. tetapi pada suhu 150oC , bahan ini akan menjadi lemas dan mudah putus saat dibebani.
Pemeliharaan tali yang baik yuga akan mempengaruli usia dari teli tersebut. Beberapa hal diantaranya :
1. Pada saat penyimpanan atau pengepakan, jauhkan dari bahan kimia, api dan panas yang tinggi.
2. Pencucian tali yang baik tidak diijinkan menggunakan bahan kimia, cukup direndam dan disikat dengan sikat yang lembut.
3. Jangan dikeringkan/dijemur langsung dibawah sinar matahari, cukup diangin – anginkan atau digantungkan pada tali potongan/bahan lainnya selain logam, untuk menghindari proses oksidasi.

WEBBING (TALI PITA)
Webbing atau tali pita berbentuk tabung atau pipih(plate), sangat berguna untuk pemasangan tambatan alam, deviasi maupun bentuk tambatan lainnya. Lebar webbing yang dianjurkan lebih besar/sama dengan 30mm. dengan simpul tertentu, kedua ujung webbing ini disambungkan untuk kemudian dijadikan penambat.

3m Chest Strap with buckle

CARABINER (CINCIN KAIT)
Carabiner berfungsi sebagai pengait. Mempunyai bentuk bermacam – macam sesuai dengan kegunaan dan fungsinya. Tiap produk carabiner yang ada telah mengalami uji kekuatan dari pabriknya untuk tekanan vertical maupun horizontal, berdasarkan uji kelayakan dari UIAA.

Berdasarkan ada tidaknya pengunci, carabiner dibedakan menjadi :
a. Carabiner Screw Gate, mempunyai pengunci pada pintu atau kaitannya.

Foin 11mm Equal D Steel Screwgate

b. Carabiner Non Screw Gate, tidak mempunyai pengunci pada pengaitnya.

Petzl Owall Snapgate Karabiner

Berdasarkan bentuknya, Carabiner dibedakan menjadi :
a. Oval Carabiner, dirancang jika mendapat beban, maka kedua sisinya (sisi utuh dan sisi pintu) akan mendapat beban yang sama.

ISC Steel Karabiner 4

b. Delta Carabiner, jika mendapat beban, sisi utuh mendapat beban lebih besar daripada sisi pintu.

Petzl Am'D Ball Lock Karabiner

c. D Carabiner, jika mendapat beban, sisi utuh mendapat beban lebih besar daripada sisi pintu.

Petzl Omni Screwgate Karabiner

d. A Carabiner, jika mendapat beban, sisi utuh mendapat beban lebih besar daripada sisi pintu.

e. Hart Carabiner, jika mendapat beban, maka kedua sisinya (sisi utuh dan sisi pintu) akan mendapat beban yang sama.

Petzl Attache Screwgate Karabiner

ANCHOR

Anchor atau tambatan adalah point atau obyek yang akan digunakan sebagai tambatan tali atau webbing. Dalam pemilihan sebuah tambatan, perlu adanya beberapa perhitungan, antara lain :
a. Jenis tambatan
b. Posisi tambatan
c. Kekuatan tambatan
Berdasarkan jenisnya, anchor dibedakan menjadi :
a. Natural anchor (anchor alam)
1. Pohon. Kita harus memeriksa jenis pohon, umur pohon, besar kecilnya pohon, posisi dan kondisi dari pohon tersebut.
2. Lubang tembus. Sebuah lubang yang dapat kita temui di dinding atau lantai dari suatu tebing. Kita harus memeriksa struktur batuan, kekerasan batuan, keutuhan lubang dan besar kecilnya lubang tersebut.
3. Rekahan atau celah yang berbentuk vertical maupun horizontal. Kita harus memperhatikan bentuk celah, arah penyempitan celah dan arah tarikan beban.
4. Chock Stone atau batu yang terjepit pada sebuah celah.
5. Tugu batu, tonjolan batu ataupun stalaktit dan stalakmit apabila kita berada di dalam goa.

g16
b. Anchor buatan.
Jika kita tidak mendapatkan atau tidak bisa menggunakan anchor alam, cara yang lain adalah membuat anchor sendiri, dengan bor tebing.
Berdasarkan posisi dan urutan mendapat beban, maka anchor dibedakan menjadi :
a. Main anchor, atau anchor utama. Secara langsung akan mendapat beban.
b. Back-up Anchor, berfungsi sebagai cadangan apabila main anchor terlepas atau rusak.

About endro sambodo

So Peacefull ◄ Jadilah orang yang berguna dan bermanfaat bagi orang lain • Bila engkau belum bisa, setidak-tidaknya, berusahalah untuk tidak merugikan orang lain ►

Posted on 1 Maret 2013, in SAR. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: