EXPLORE SEARCH AND RESCUE (ESAR)

IMG_2893ESAR  (Explorer Search And Rescue) merupakan salah satu ilmu SAR yang dikembangkan untuk menangani situasi darurat (tersesat/hilang), atau tertimpa musibah saat melakukan penjelajahan di alam bebas.
Penekanan ESAR  lebih pada teknik pencarian yang dikerjakan oleh SRU Darat (Ground Unit) sehingga Navigasi Gunung menjadi sesuatu yang mutlak untuk dikuasai.

Faktor penting yang berpengaruh besar pada tingkat Kesulitan operasi pencarian di Gunung :

• Sikap mental dan perilaku Subyek saat dimana dia harus tetap hidup.
• Minimnya pengalaman dalam menganalisa medan jelajah.
• Lebatnya hutan dan kontur yang ekstrim.
• Cuaca yang juga ekstrim dari hari ke hari.
Rendahnya disiplin serta kemampuan Tim ESAR.
5 Mode ESAR
  1. Preliminary
  2. Confinement
  3. Detection
  4. Tracking
  5. Evacuation

Preliminary

Upaya untuk memperoleh Informasi mengenai :

  • Data darurat Gunung Hutan
  • Analisa Data Darurat
  • Penentuan POD (Probability Of Detection)
  • Perencanaan pencarian awal.
Confinement

Upaya pengurungan agar area pencarian tidak semakin meluas, dan memastikan bahwa Subyek tetap berada di dalam area pencarian.

Pemikiran yang melatar belakangi confinement adalah menjebak Subyek di dalam satu area yang kita ketahui batas-batasnya sampai area itu dapat di sapu oleh tim pencari (dilakukan pencarian).

Di dalam praktek, Confinement mungkin tidak mudah di capai, tetapi untuk daerah pencarian yang luas, ini akan sangat berharga dan suatu kerja yang ada dasarnya.

Metode Confinement :

Blocking (Trail block & Road block)
  1. Trail Block – Team kecil di kirimkan untuk memblokir jalan setapak yang keluar masuk search area. Mereka mencatat nama-nama dan data dari setiap orang yang meninggalkan search area dan memberitahu yang yang akan masuk area tentang orang yang hilang. Setidaknya satu orang tetap berjaga sepanjang waktu dan dapat memperhitungkan bahwa tidak seorangpun dapat lolos lewat tanpa diketahui. Trail block harus tetap di awasi sepanjang waktu sampai OSC/SMC memerintahkan dalam bentuk lain. Trail Block di gunung bisa dilakukan dengan memblokir jalur-jalur setapak yang dijadikan pintu keluar-masuk oleh para pendaki, dan jalur-jalur setapak yang biasa digunakan oleh warga setempat untuk keluar-masuk hutan saat mencari rumput ataupun kayu bakar.
  2. Road Block – Dasarnya sama dengan Trail Block. Road Block dapat dikerjakan oleh tenaga sukarela dengan memblokir jalan-jalan desa atau perkebunan dengan maksud apabila Subyek lewat di jalur ini segera dapat tertangkap oleh tim pencari. Road Block di gunung dapat dilakukan dengan menghadang di jalan lingkar yang menyabuk di kaki gunung yang dicurigai kemungkinan Subyek melalui jalur tersebut setelah lolos dari hutan.
Look Outs
Sering ada tempat-tempat di sekitar batas dari search area yang memberikan pandangan yang luas ke dalam lembah atau sungai di sebelahnya,. Sebuah tim kecil di tempatkan pada posisi itu sehingga dapat mengawasi daerah sekitarnya dengan teropong, dan ada kemungkinan dapat mendeteksi Subyek bila ia bergerak lewat di sana. Beberapa bentuk peralatan (asap, bunyi-bunyian, lampu, bendera) dapat di gunakan untuk menarik perhatian Subyek. Dapat juga dilakukan dengan tetap menempatkan seorang pengamat, sementara tim kecil lain bergerak memeriksa beberapa lokasi lain dan obyek-obyek mencurigakan yang berada di dalam jarak pandang pengamat.
Camp In

Sebuah camp-in dapat juga berbentuk lookouts (pos pengamat), Trail block, radio relay (penghubung radio), atau situasi lain dimana satu tim kecil menempati lokasi-lokasi tertentu dimana posisinya mempunyai luas pandangan yang baik, cabang/pertemuan dari jalan-jalan setapak, ataupun pertemuan sungai. Pergunakan alat-alat yang dapat menarik perhatian Subyek seperti pada Lookouts.

Track traps

Adalah upaya dari tim pencari untuk menjebak Subyek sehingga meninggalkan tanda-tanda apabila lewat di lokasi ini. Posisi pemasangan track traps harus di informasikan kepada tim pencari di lapangan agar mengetahui lokasi track traps. Debu atau lumpur dapat dipergunakan untuk mendeteksi jejak sepatu Subyek apabila dia melewatinya, dan harus diperiksa secara berkala.

String lines

Lookouts, camp-in, khususnya akan efectif pada daerah-daerah terbuka dimana luas pandang baik. Di daerah yang bersemak lebat, Tagged string lines (bentangan tali yang bertanda) akan lebih efectif untuk menjebak Subyek dan mengarahkan ke jalur setapak/pos SAR, selain juga string lines dapat difungsikan untuk membatasi search area, dan menandai sektor pencarian di daerah yang berhutan rapat.

Detection

Detection adalah suatu tindakan atas dasar pertimbangan untuk kemungkinan menemukan Subyek atau barang-barang yang tercecer yang ditinggalkannya yang akan makin mempersempit search area (Upaya dari ESAR Tim atau SRU untuk melakukan penyapuan pada search area yang sudah ditentukan oleh OSC/SMC).

Metode Detection

Type I Search (Hasty Search)

Pemeriksaan informal secepat mungkin pada daerah-daerah yang dicurigai berdasarkan analisa dari data darurat. Ini dilakukan pada awal operasi pencarian, dimana tim kecil (3 hingga 5 personil yang berpengalaman) bergerak cepat (sebagai tim pencari pendahulu) memeriksa daerah-daerah yang dicurigai, seperti patahan sungai, menyusur jalan-jalan cabang yang umumnya dipilih oleh Subyek, alur-alur sungai (dari beberapa kasus, ada kecenderungan dari subyek untuk memilih jalur turun gunung adalah berjalan di tepi sungai dan menjadikan alur sungai sebagai guide, bahkan ada yang nekad dengan berjalan didasar sungai).

Selain memeriksa beberapa titik duga, tim kecil ini juga akan banyak membantu OSC/SMC dalam merencanakan search area.

Type II Search (Open grid)

Pencarian yang cepat dan sistimatis atas area yang luas dengan metoda penyapuan. Metoda ini digunakan terutama bila perhitungan waktu untuk bertahan hidup dari subyek sangat pendek, dan jumlah dari tim pencari kurang mencukupi untuk menyapu search area yang luas.

Untuk type ini diperlukan kemampuan kerja individual dari tim pencari, karena jarak lebar antar personil dari tim pencari yang bergerak berjajar tersebut kadang menuntut kemampuan individu untuk tetap dapat bergerak dan sekaligus mengadakan pengamatan sepanjang area penyapuan.

Open Grid efectif dilakukan untuk medan terbuka dengan jarak pandang luas

Catatan: penggunaan Open Grid akan menyengsarakan dan mengacaukan operasi pencartian apabila personil pencari selain tidak berpengalaman juga tidak cukup terlatih untuk  dapat bergerak menjelajah gunung hutan dengan peta dan kompas.

Type III Search (Close Grid)

Yang ingin dicapai dengan metode Close Grid ini adalah suatu pencarian yang cermat atas area yang spesifik.

Metoda ini digunakan apabila metode type II sudah digunakan tetapi POD lebih rendah dari yang diharapkan, dan bila area pencarian terbatas, dan tenaga pencari tersedia cukup banyak.

Untuk type III ini jarak antar personil pencari lebih pendek (dari pengalaman, untuk gunung hutan yang sering sekali tertutup kabut, jarak terlebar 5 ~ 7 meter).

TRACKING

Tracking merupakan usaha melacak jejak Subyek, atau tanda-tanda yang ditinggalkan oleh Subyek (catatan: Tracking diperlukan personil yang terlatih, atau bisa juga digunakan anjing pelacak yang dilatih secara khusus untuk terlibat dalam operasi pencarian)

EVACUATION

Usaha memberi perawatan darurat dan memindahkan Subyek ke tempat penampungan yang layak (catatan: untuk operasi ESAR di gunung sebaiknya disediakan tim khusus untuk Evakuasi Medan Sulit mengingat situasi medan di gunung).

Dari pengalaman operasi pencarian di gunung, penentuan POD untuk orang hilang di gunung akan lebih efectif dan relevan dengan membaca peta topografi, dan memperhitungkan analisa kecenderungan pergerakan Subyek berdasar informasi dari para pendaki yang berpengalaman dengan area dimana telah terjadi musibah orang tersesat/hilang. Perhitungan matematis untuk penentuan POD hanya sesuai untuk medan datar

Hanya saja sebagai gambaran perlu dipahami bahwa pendaki yang sehat dapat bergerak dengan cepat turun ke bawah mengikuti kontur sehingga area menjadi melebar ke arah Hilir (Untuk Gunung-gunung tertentu perlu secepatnya dilakukan pemagaran awal sebelum Subyek bergerak makin jauh terutama di daerah landai/datar setelah dia menghabiskan kontur hingga kaki gunung)

Ketepatan dan kecepatan nampaknya sudah menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar dalam upaya menemukan subyek yang hilang di gunung dan harus bertahan untuk tetap hidup, khususnya berjuang melawan hipothermia.

Upaya pemasyarakatan ESAR di Indonesia yang dimulai oleh Wanadri, kemudian juga dari beberapa pengalaman operasi SAR di Gunung penggunaan sistem ESAR dengan benar akan lebih efectif sehingga ESAR perlu dikembangkan bagi para penggiat petualang alam bebas, khususnya para pendaki gunung yang sering terlibat dalam operasi SAR di Gunung.

Karena keterbatasan waktu, materi pengantar ESAR ini memang banyak yang dikurangi, terutama yang berhubungan dengan masalah teknis. Hal terpenting yang harus dipahami adalah bahwa ini hanya sekedar informasi mengenai ESAR, selanjutnya perlu diadakan pelatihan lanjutan khusus mengenai ESAR, yang akan membahas lebih detail dan mempraktekkannya di lapangan mengenai Detection, Marker, String lines dan Tags, Ribbon, ESAR Forms.

About endro sambodo

So Peacefull ◄ Jadilah orang yang berguna dan bermanfaat bagi orang lain • Bila engkau belum bisa, setidak-tidaknya, berusahalah untuk tidak merugikan orang lain ►

Posted on 19 Oktober 2013, in SAR. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: